HUKUM

Anwar Nuris: Kepemimpinan di APSI Adalah Panggilan Amanah, Bukan Sekadar Jabatan

Freedompublic_Jember

Terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPC Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Jember periode 2025–2030, Anwar Nuris, SH.I., menyebut jabatan ini bukan semata soal kebanggaan, tapi juga panggilan hati untuk menjalankan amanah. Dalam wawancara khusus bersama redaksi, pria lulusan UIN KHAS Jember ini menyampaikan bahwa dirinya siap mengemban tanggung jawab besar untuk membawa APSI Jember menjadi organisasi advokat yang lebih profesional dan progresif.

Terkait proses pemilihan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV yang digelar Sabtu (12/7/2025), Nuris menganggap hasil yang ada merupakan bagian dari dinamika demokrasi. Ia meraih 16 suara dari total 19 hak pilih, sementara 3 suara lainnya dinyatakan tidak sah. “Itu hal wajar dalam proses demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana semua berjalan dengan transparan dan penuh semangat organisasi,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi jalannya Muscab yang menurutnya cukup ideal, meski enam anggota tidak hadir karena kesibukan masing-masing. Dari 25 anggota APSI Jember, 19 hadir dan memberikan suara. “Secara keseluruhan, prosesnya sesuai harapan. Kami mencatat beberapa hal yang bisa diperbaiki ke depan, tapi secara umum ini adalah bentuk kedewasaan organisasi,” tambahnya.

Mengusung visi “APSI Jember Super Tbk”, Nuris ingin menjadikan advokat syariah tampil lebih luas dan terbuka. Menurutnya, advokat berlatar belakang syariah bukan hanya mampu menangani perkara keagamaan, tapi juga perkara-perkara umum. “Kita harus bisa hadir di ruang-ruang publik, ikut berbicara, berkontribusi, dan menjadi solusi dalam isu-isu hukum masyarakat,” tegasnya.

Tahun pertama masa kepemimpinannya akan diisi dengan empat program prioritas, antara lain menjalin kemitraan dengan fakultas syariah dan hukum di universitas Islam, melakukan penyuluhan hukum di pondok pesantren, menyelenggarakan diskusi publik mengenai KUHP baru, serta membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan. Nuris menilai bahwa keterlibatan langsung di ruang publik adalah kunci memperkuat posisi APSI di tengah masyarakat.

Dalam skala daerah, Nuris menyatakan APSI Jember harus aktif berpartisipasi dalam proses kebijakan publik dan ikut mengawal perkara yang melibatkan warga, termasuk class action terhadap pemerintah. “APSI harus hadir sebagai jembatan antara masyarakat dan sistem hukum. Ini bukan sekadar wacana, tapi langkah konkret yang sudah kami rancang,” jelasnya.

Untuk meningkatkan profesionalisme anggota, APSI Jember akan menggelar pelatihan, workshop, serta memperkuat transfer ilmu antaranggota. “Kita perlu ekosistem pembelajaran yang terus berjalan. Advokat harus berkembang, baik dari segi keilmuan maupun pengalaman praktik,” kata Nuris. Ia juga menegaskan akan memberikan perlindungan hukum kepada anggota yang menghadapi persoalan saat menjalankan profesinya, namun tetap dengan pembinaan yang disiplin dan terukur.

Lebih jauh, ia mengungkapkan rencana untuk memperkuat sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum (APH) di wilayah Jember. Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi antar-lembaga adalah bagian penting dari strategi penguatan organisasi. Tak hanya itu, ruang kerja sama dengan kampus, LSM, dan media dalam edukasi hukum juga akan dibuka lebar.

Menutup wawancara, Nuris menyampaikan bahwa motivasinya mencalonkan diri sebagai ketua bukan hanya tentang posisi, tapi lebih pada panggilan untuk mengabdi. Ia juga menyebut sosok Artidjo Alkostar sebagai inspirasinya dalam memimpin—seorang hakim agung yang dikenal tegas, bersih, dan penuh integritas. “Soliditas anggota adalah kekuatan utama kita. Jika tidak diarahkan dengan baik, potensi itu bisa jadi konflik. Maka tugas saya adalah menjadi nakhoda yang mampu menyatukan semuanya,” pungkasnya. Bis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *